Senin, 28 November 2016

Membalas Dendam dengan Air Keras

Membalas Dendam dengan Air Keras
Kulitnya putih mulus dengan tulang pipi tirus, hidungnya bulat lancip, bulu matanya lentik, dan alisnya tebal. Intan Novita (22), pemilik wajah itu, adalah gambaran mojang Bandung yang disebut Asisten Residen Priangan Pieter Sijthoff sebagai De Bloem der Indiche Bergsteden atau 'bunganya kota pegunungan di Hindia Belanda'.

Tapi itu gambaran Intan dulu, sebelum ia ditimpa kemalangan Rabu pekan lalu (26/10/16). Seperti ditulisKompas.com, Intan saat itu sedang mengantar orangtuanya di Jalan Ciwastra, tiba-tiba saja dua orang tak dikenal berboncengan mengendarai motor menghentikan mobilnya yang kacanya dalam keadaan terbuka. 

Lalu, tiba-tiba Intan disiram cairan yang membuatnya kepanasan dan kesakitan. Badan dan sebagian wajahnya melepuh, mengalami luka bakar cukup parah akibat terkena cairan yang diperkirakan air keras. Sampai sekarang, polisi belum menemukan motif dan pelakunya.

Selain Intan, penyerangan air keras juga menimpa Iskandar (43) warga Seberang Ulu I Palembang. Dia mengalami luka bakar di bagian muka dan sekujur badannya setelah diguyur dengan air keras rekan seprofesinya DD yang bekerja sebagai tambal ban (17/10/16).

Seminggu sebelumnya, Eni Rosita (38), seorang peserta lomba lari lintas alam bertajuk MesaStile Peak Challenge 2016 di Magelang juga diserang dengan air keras. Warga Tangerang ini disiram orang tak dikenal saat melintasi rute di wilayah Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (8/10/16) malam. Cairan itu mengenai punggung, tangan, muka dan kedua kakinya.

Skema serangan pada Iskandar dan Eni mirip dengan Intan. Pelaku naik motor berboncengan dan tiba-tiba menyiram saat korban lengah. Dalam kasus Iskandar, motifnya jelas dendam karena pelakunya sudah diketahui. Namun pada kasus Intan dan Eni, semuanya masih teka-teki karena pelaku pastinya belum tertangkap. Motifnya pun masih berupa spekulasi saja.

Penyerangan dengan air keras tak kenal usia, pelakunya bisa orang dewasa bisa pula remaja. Rahmad Rivai, seorang pelajar SMP di Kota Palembang awal September lalu disiram air keras oleh teman sekolahnya tanpa alasan jelas. Tiba-tiba teman satu kelasnya, MI menyiramkan air keras ke arah wajah Rahmad dari luar pagar sekolah, alhasil leher sebelah kiri Rahmad mengalami luka bakar cukup parah.

Pada 2013, nama Tompel alias RN mendadak populer, pelajar SMK Boedi Utomo ini jadi pelaku penyerangan membabi buta dengan air keras ke penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol. Akibat perbuatannya itu, 13 orang penumpang bus mengalami luka bakar. Empat di antaranya adalah pelajar SMK Kramat Raya, Jakpus.

Aksi nekat ini dilatarbelakangi oleh dendam. Tompel dulunya sempat disiram oleh pelajar SMA lain saat tawuran. “Enam bulan sebelumnya dia pernah disiram air keras oleh pelajar SMA, dia sendiri lupa siapa pelaku yang menyiramkan air keras kepadanya, sehingga dia menyasar korban secara acak," ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP M Soleh seperti dikutip Antara, Minggu (6/10/13).

Membalas Dendam dengan Air Keras

Tidak ada komentar:

Posting Komentar