Anies Sebut Kecilnya Serapan Anggaran DKI Bukan Efisien Tapi Melenceng

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengkritik kinerja pemerintahan provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuk Tjahaja Purnama (Ahok).
Anies mengkritik serapan anggaran yang kecil selama dua tahun terakhir.
Menurutnya serapan anggaran Pemprov DKI tahun 2015 yang hanya 68 persen dan pada tahun 2016 hingga November hanya 34 persen.
Itu, membuktikan jika program di Jakarta banyak yang tidak berjalan.
Anies membantah jika angka serapan tersebut menandakan program pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI efisisen.
"Begini kalau efisien itu selisihnya terukur. Kalau dua pertiga engga jalan itu bukan efisien tapi meleset, jauh sekali," kata Anies diCengkareng, Jakarta, Senin (28/1/2016) .
Anies mengatakan perencanaan program sudah disusun jauh sebelum anggaran disahkan.
Sehingga bila kemudian anggaran tersebut tidak terpakai berarti programnya tidak berjalan.
Menurut Anies, agar dapat jelas membedakan antara efisien dan tidak jalannya program adalah dengan membandingkannya dengan pengelolaan anggaran yang dilakukan pemerintahan daerah atau pemerntahan provinsi lain.
"Anda dapat melihat betapa pengelolaan Pemda dalam segi anggaran mulai 2015 dibandingkan periode sebelumnya nanti anda bisa lihat, ini bukan efisiensi tapi eksekusi yang tidak jalan dengan baik," kata Anies.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar