Senin, 21 November 2016

Arus Deras, Rumah Terjun ke Sungai hingga Pemancing Terjebak



Liputan6.com, Bengkulu - Jangan remehkan kekuatan air. Saat kecil bisa jadi teman, kala besar bisa jadi lawan. Buktinya, 12 rumah nelayan di RT 12 dan 13 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, terjun ke Sungai Kampung Bahari.

Hujan deras yang melanda Bengkulu dalam sepekan terakhir mengakibatkan arus sungai yang berada di hulu sungai dan berbatasan langsung dengan kolam Pelabuhan Samudra Pulau Baai menjadi sangat deras. Kawasan pemukiman yang berada di bibir sungai langsung tergerus dan ambles.

Ketua RW 03 Kelurahan Sumber Jaya, Ambo Dale mengatakan, air mulai deras dan menggerus sejak pukul 04.00 WIB dan terus mengikis landasan rumah warga. Arus air yang bertambah kencang membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan barang ke jalan raya.

"Sepuluh rumah di RT 12 dan dua rumah di RT 13 tidak bisa diselamatkan," ujar Ambo di Bengkulu, Kamis (10/11/2016).

Saat ini, terdapat tidak kurang dari 50 rumah yang juga terancam terjun ke sungai. Warga mulai menumpuk karung bekas berisi pasir sebagai langkah antisipasi.

Kapolsek Kampung Melayu Iptu Yudha Setiawan yang berada di lokasi mengimbau warga untuk waspada dan menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi terus memburuk. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD dan tim tanggap bencana Dinas Sosial Kota Bengkulu untuk membangun posko darurat dan dapur umum.
"Para perempuan dan anak anak sudah kami evakuasi dan menumpang di rumah penduduk yang jauh dari lokasi sambil persiapan membangun posko," kata Kapolsek.

600 Rumah Warga di Sukabumi

Sedikitnya 600 rumah warga di empat desa di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cidolog sejak Rabu sore, 9 November 2016, sekitar pukul 15.30 WIB.

"Dari ratusan rumah tersebut, 20 unit rumah rusak berat bahkan ada yang terbawa arus banjir. Selain itu, delapan kendaraan roda empat ikut terbawa hanyut," kata Camat Cidolog Nasrudin di Sukabumi, dilansir Antara.

Banjir dipicu oleh hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Cidolog sejak pagi hari, sehingga debit air sungai menjadi meningkat dan limpahannya ke rumah warga.

Rumah-rumah warga di Desa Cipamingkis, Desa Cidolog, Tegallaya, dan Mekarjaya terendam banjir. Namun, kondisi terparah berada di Desa Cipamingkis dan Cidolog.

Bantuan darurat mulai berdatangan dengan tujuan untuk meringankan warga yang menjadi korban bencana alam ini. Namun, jumlah kerugian belum bisa ditaksir karena saat ini masih fokus mendata rumah warga yang terendam banjir.

"Hingga pukul 23.00 WIB, banjir masih merendam ratusan rumah warga, rata-rata ketinggian air 50 cm hingga dua meter," kata Nasrudin.

Nasrudin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan Muspika Cidolog untuk melakukan penanggulangan bencana.
Namun, akses jalan utama menuju Kecamatan Cidolog tidak bisa dilalui kendaraan karena jalan penghubung Kecamatan Sagaranten dengan Cidolog terancam banjir. Akibatnya, petugas BPBD kesulitan masuk ke wilayah Kecamatan Cidolog. 
1 dari 2 halaman

Selanjutnya: Terjebak Arus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar